Jumat, 06 Oktober 2017

Pandangan PW Pergunu Jakarta Terhadap Kebijakan UN Saat Ini

Jakarta, Sang Pencerah Muslim. Ujian Nasional (UN) bukan penentu kelulusan menurut kami memang seharusnya demikian, karena kita menerapkan kurikulum KTSP, atau kurikulum 2013 yang bermuatan KTSP. KTSP memberikan ruang kepada satuan pendidikan untuk menentukan mata pelajaran tertentu secara mandiri, dan tentu satuan pendidikan lebih paham terkait capaian kompetensi peserta didik. 

Demikian disampaikan Ketua PW Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) DKI Jakarta, Aris Adi Leksono, MMPd melalui rilis yang diterima Sang Pencerah Muslim, Senin (20/4) dalam rangka menyikapi UN SMA/MA/SMK 13-15 April 2015 lalu dan menjelang UN SMP/MTs, 4-7 Mei 2015 mendatang.

Pandangan PW Pergunu Jakarta Terhadap Kebijakan UN Saat Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Pandangan PW Pergunu Jakarta Terhadap Kebijakan UN Saat Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Pandangan PW Pergunu Jakarta Terhadap Kebijakan UN Saat Ini

“Di sinilah penilaian terkait kelulusan dapat berjalan secara adil, transparan, dan akuntabel. Seluruh stakeholder madrasah bisa menentukan Standar Kelulusan Minimal (SKM) secara mandiri,” ujar guru tetap di MTsN 34 Jakarta ini.

Sang Pencerah Muslim

Terkait sistem ujian online atau yang disebut Computer Based Test (CBT), pihaknya pada prinsipnya sangat setuju, karena sangat menunjang efektifitas dan efesiensi pelaksanaan UN. “Tetapi ada hal yang harus diperhatikan oleh pemerintah yaitu dukungan sarana pra-sarana yang harus memadai, sosialisasi harus dimaksimalkan, dan yang terpenting membangun SDM berbasis IT kepada penyelenggara, pelaksana dan peserta Ujian,” papar pria asal Lamongan ini.

Terlebih dari itu, tambahnya, perlu kajian mendalam terkait kebijakan ujian online ini, jika ingin diberlakukan secara Nasional, jangan sampai gagal ditengah jalan, atau memunculkan kontroversi dikemudian hari. Kita tidak mau nasib UN online seperti Kurikulum 2013 yang harus diuji ulang di tengah perjalanannya.

Sang Pencerah Muslim

Terkait nilai UN yang dijadikan syarat standar masuk ke perguruan tinggi, imbuhnya, menurutnya kebijakan ini masih sangat prematur, perlu kajian lebih mendalam. “Pemerintah harus terlebih dahulu menetapkan stadar nilai minimal untuk setiap perguruan tinggi dalam negeri dan luar negeri, sehingga peserta didik mendapatkan gambaran lebih awal terkait nilai yang harus dicapai untuk masuk perguruan tinggi tertentu,” urainya.

Terlebih terkait hal teknis tersebut, lanjutnya, pemerintah juga perlu memperhatikan prinsip keadilan masyarakat, jangan sampai timbul dikotomi ‘Perguruan Tinggi si Pintar atau ‘Perguruan Tinggi si Bodoh’. “Sementara prinsip pendidikan adalah untuk semua, tidak ada perbedaan perlakuan antarsesama warga Negara Indonesia,” ucap sarjana pendidikan lulusan STAINU Jakarta ini.

Pergunu, tambahnya, sebagai wadah tenaga pendidik nusantara yang sangat terbuka untuk semua kalangan, menyadari bahwa Guru adalah pemegang amanat tertinggi dalam penyelenggaraan pendidikan, sehingga meningkatkan kompetensi dan profesionalime guru adalah wajib hukumnya. 

“Di pundak guru terdapat tanggung jawab karakter anak bangsa, maka kapasitas kompetensi guru akan menjadi perhatian Pergunu, begitu pula pemerintah yang harus memeperhatikan nasib guru. Pergunu akan terus memberikan advokasi atau pendampingan terhadap kesejahteraan guru, sehingga tugas berat guru juga harus dihargai oleh pemerintah,” tandas lulusan Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Sang Pencerah Muslim Warta Sang Pencerah Muslim

Sang Pencerah Muslim Indonesia Muhammadiyah Sang Pencerah Islam. Pandangan PW Pergunu Jakarta Terhadap Kebijakan UN Saat Ini di Sang Pencerah Muslim ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Sang Pencerah Muslim sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Sang Pencerah Muslim. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Sang Pencerah Muslim dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock