Kamis, 06 Juli 2017

Sosok Gus Mus di Mata Santri-santrinya

Rembang, Sang Pencerah Muslim. Membicarakan sosok KH A Mustofa Bisri atau akrab disapa Gus Mus memang tidak ada habisnya. Banyak yang mengenalnya sebagai tokoh yang serba bisa. Tidak sedikit pula komentar dari berbagai kalangan tentang Rais Am PBNU ini. Lalu bagaimana pandangan para santri di pesantren asuhannya?

Menurut salah satu santri, Muhammad Amin Zainuddin, Abah Mus—sebutan KH Ahmad Mustofa Bisri dari santri-santri di pesantrennya—adalah kiai yang demokratis, tidak menuntut santrinya supaya menjadi seperti dirinya, dan tidak pula memaksakan kepada santrinya untuk melakukan atau menjadi ini itu.

Sosok Gus Mus di Mata Santri-santrinya (Sumber Gambar : Nu Online)
Sosok Gus Mus di Mata Santri-santrinya (Sumber Gambar : Nu Online)

Sosok Gus Mus di Mata Santri-santrinya

Wayahe ngaji yo ngaji, wayahe bal-balan yo bal-balan (Waktunya mengaji ya mengaji, waktunya bermain sepak bola ya sepak bola),” ungkap Lurah Pondok Pesantren Roudlatut Thalibin Rembang, Kamis (3/7).

Sang Pencerah Muslim

Selain itu, tambah Zainuddin, wibawa Abah Mus di mata santri tidak membuat santri menjadi takut, malah santri menjadi santai tetapi tetap mengedepankan ta’dhim.

Sang Pencerah Muslim

Zainuddin juga mengungkapkan, Gus Mus adalah kiai yang menyukai sepak bola. “Saat pengajian kitab beliau pernah bercerita, dahulu ketika masih muda sempat bermain bola untuk PSIM Jogjakarta,” katanya sambil tersenyum.

Berbeda dengan pandangan Arsyad Siddiq santri pasanan asal Lamongan, Jawa Timur, ia mengakui kalau dirinya Ramadhan ini nyantri karena diajak teman. Selain itu ia mengikuti mengaji pasanan di pesantren asuhan Gus Mus untuk mencari barokah, menghilangkan kebodohan serta mencari pengalaman belajar di pesantren.

Salah satu hal yang membuat kagum Arsyad adalah penyampaian keterangan dalam setiap pengajian kitab. “Cara berbicara dan pengajarannya mempunyai ciri khas, metode memberi penalarannya mudah dimengerti,” ujarnya kepada Sang Pencerah Muslim.

Sementara itu, Adib santri asli Rembang mengungkapkan, “Paling aku seneng ketika mengajar, beliau menerangkan alur kata-katanya itu enak dan mudah dipahami. Apalagi ketika cedak (dekat) sama Abah Mus hawane ayem, enak.”

Ia juga membenarkan pandangan banyak orang bahwa Gus Mus merupakan tokoh multitalenta, sebagai kiai, budayawan, juga penulis. “Walaupun banyak pandangan di luar sana tentang Gus Mus, tetapi bagi kami beliau tetap sebagai pengasuh kami di pesantren,” terang laki-laki yang sudah nyantri sejak tahun 2003 hingga sekarang.

Pandangan lain diungkapkan Haerul Anwar. Ia mengagumi Gus Mus salah satunya karena karena Gus Mus seorang tokoh yang humoris.

“Di samping itu, beliau orangnya bebas bergaul dan tidak membeda-beda agama. Pantas jika beliau disebut sebagai ulama, seniman, budayawan, karena adalah sosok untuk kemasyarakatan,” terang santri asal Subang, Jawa Barat. (Muhammad Zidni Nafi’/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Sang Pencerah Muslim Humor Islam, Meme Islam Sang Pencerah Muslim

Sang Pencerah Muslim Indonesia Muhammadiyah Sang Pencerah Islam. Sosok Gus Mus di Mata Santri-santrinya di Sang Pencerah Muslim ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Sang Pencerah Muslim sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Sang Pencerah Muslim. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Sang Pencerah Muslim dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock