Jember, Sang Pencerah Muslim. Ternyata KH Abdul Muchit Muzadi adalah sosok yang sangat patuh pada KH Hasyim Asy’ari. Hal ini bisa dilihat dari komitmennya yang begitu tinggi dalam membela dan membesarkan NU, organisasi yang didirikan gurunya itu.
Demikian diungkapkan Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah-Syafi’iyah, Asembagus, Situbondo, Jawa Timur, KH Azaim Ibrahimy saat bertaushiyah di pengajian umum dan doa bersama menyambut? tahun baru Islam yang digandeng dengan memperingati 1 tahun wafatnya Kiai Muchit di Masjid Sunan Kalijaga, Sumbersari, Jember, Jawa Timur, Sabtu malam (30/9).
Kenapa Kiai Muchit Muzadi Cinta NU sampai Akhir Hayat? (Sumber Gambar : Nu Online) Kenapa Kiai Muchit Muzadi Cinta NU sampai Akhir Hayat?
Menurut Kiai Azaim, pengabdian Mbah Muchit di NU tak lepas dari ketaatannya kepada sang guru yang juga pendiri NU, KH Hasyim Asy’ari. Ia mencintau NU sampai akhir hayatnya. “Beliau menjaga dan memelihara warisan gurunya, yaitu NU,” tukasnya.
Ia menambahkan, pengabdiannya yang tulus itu membuat Mbah Muchit cukup dikenal sebagai tokoh NU yang mumpuni dan memberi warna dalam sejarah perjalanan NU. Bahkan orang menyebutnya sebagai pakar khittah NU.
Dikatakan Kiai Azaim, Mbah Muchit dan Kiai Ahmad Shiddiq adalah satu paket dalam mengabdi dan memperjuangkan NU. Ketika NU mendapat ujian, keduanya bisa memberi jawaban yang memuaskan. Sang Pencerah Muslim
Ujian tersebut misalnya berupa munculnya tuduhan bahwa Pancasila tidak sesuai dengan Islam. “Ketika itu, dalam Muktamar NU ke-27, NU adalah satu-satunya ormas yang menerima Pancasila sebagai asas negara. Dan itu tak lepas dari peran keduanya,” jelas Kiai Azaim.
Sementara itu, KH Hasyim Muzadi dalam wejangannya lebih banyak menyinggung soal umat Islam secara global. Menurutnya, dewasa ini nasib umat Islam di seluruh dunia mengalami keprihatinan yang luar biasa.
Ia lalu menyebut konflik yang terjadi di negara-negara Timur Tengah. Mereka berperang dengan sesama umat Islam. Yang tidak berperang, harus mengungsi, dan mereka pun terombang-ambing di tengah laut.
“Yang mengerikan, mereka saling bunuh, bahkan untuk itu mereka sampai mendatangkan orang dari luar. Itu semua adalah perbuatan orang-orang yang tidak suka dengan Islam. Mudah-mudah ini tidak sampai terjadi di Indonesia. Karenanya, kita harus berjuang dan membentengi diri dengan iman,” ungkapnya.Sang Pencerah Muslim
Acara tersebut juga dihadiri Rais Syuriyah PCNU Jember? KH Muhyiddin Abdusshomad, Rektor Universitas Jember Muhammad Hasan, sejumlah tokoh dan pengurus NU, dan tentu saja masyarakat sekitar yang memenuhi masjid. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)
Dari Nu Online: nu.or.id
Sang Pencerah Muslim Berita, Hadits, Meme Islam Sang Pencerah Muslim
Rabu, 17 Mei 2017
Kenapa Kiai Muchit Muzadi Cinta NU sampai Akhir Hayat?
Sang Pencerah Muslim
Sang Pencerah Muslim Indonesia Muhammadiyah Sang Pencerah Islam. Kenapa Kiai Muchit Muzadi Cinta NU sampai Akhir Hayat? di Sang Pencerah Muslim ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.
Nonaktifkan Adblock Anda
Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Sang Pencerah Muslim sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Sang Pencerah Muslim. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.
Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock
- 1. Artikel
- 2. Video
- 3. Gambar
- 4. dll
Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Sang Pencerah Muslim dengan nyaman.
Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN
