Rabu, 03 Agustus 2016

Kaji Al-Qur’an Hanya Pakai Logika Hasilkan Pemaknaan Kering

Tangerang Selatan, Sang Pencerah Muslim. Mursyid Jami’atul Khalwatiyah Syekh Yusuf Al-Maqassary, Syekh Sayyid Rahim Assegaf (Puang Makka) menerangkan, orang yang mengkaji Al-Qur’an dengan hanya menggunakan logika maka mereka akan menemukan pemaknaan yang kering. 

Kaji Al-Qur’an Hanya Pakai Logika Hasilkan Pemaknaan Kering (Sumber Gambar : Nu Online)
Kaji Al-Qur’an Hanya Pakai Logika Hasilkan Pemaknaan Kering (Sumber Gambar : Nu Online)

Kaji Al-Qur’an Hanya Pakai Logika Hasilkan Pemaknaan Kering

Oleh karena itu, di dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa mengkaji Al-Qur’an itu harus dengan logika dan rasa untuk mendapatkan nikmatnya membaca Al-Qur’an.

“Setiap huruf, setiap ayat di dalam Al-Qur’an itu ada energi ilahiyyah di situ. Maka disebutkan yu’allimukumul kitaba wal hikmah (mengkaji Al-Qur’an dengan logika dan rasa),” jelasnya saat mengisi acara Ngobrol Santai Sufi yang digelar oleh Mahasiswa Ahlith Thoriqoh Al Mu’tabarah An-Nahdliyyah (MATAN) di Ciputat Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (19/8) malam.

Ia menyebutkan, seorang yang menangkap makna Al-Qur’an berdasarkan dengan huruf-hurufnya saja, maka ia sama dengan membaca majalah. Padahal, setiap huruf tersebut ada energi yang seharusnya ditangkap dengan menggunakan rasa. 

Sang Pencerah Muslim

Sedangkan rasa itu adanya di hati. Dan yang menjadi wilayah tasawuf adalah hati. Oleh sebab itu, seseorang tidak harus menunggu menjadi tua terlebih dahulu untuk masuk tasawuf.

“Jangan nunggu tua dulu,” ucapnya.

Tak ada waktu untuk mencela

Puang Makka menyatakan, para sufi itu tidak memiliki waktu dan kesempatan untuk mencela dan menjelek-jelekkan orang lain karena mereka terlalu sibuk dengan dengan kekurangannya sendiri. 

Sang Pencerah Muslim

“Para sufi itu tidak memiliki kesempatan untuk mencela orang lain karena aibnya sendiri banyak sekali,” jelasnya.

Ia menghimbau untuk memulai dengan diri sendiri. Seperti mengkritik diri sendiri sebelum mengkritik orang lain, memperbaiki diri sendiri sebelum memperbaiki orang lain, dan lain sebagainya.

“Ibda’ binafsik,” tukasnya. (Muchlishon Rochmat/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Sang Pencerah Muslim RMI NU Sang Pencerah Muslim

Sang Pencerah Muslim Indonesia Muhammadiyah Sang Pencerah Islam. Kaji Al-Qur’an Hanya Pakai Logika Hasilkan Pemaknaan Kering di Sang Pencerah Muslim ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Sang Pencerah Muslim sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Sang Pencerah Muslim. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Sang Pencerah Muslim dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock