Minggu, 01 Februari 2015

Kader IPNU Harus Ciptakan Karya Sejak Muda

Jakarta, Sang Pencerah Muslim. Katib Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Asrorun Niam Sholeh menyampaikan dua hal penting dalam sambutannya pada puncak acara hari lahir (harlah) ke-63 Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) yang berlangsung di Gedung PBNU lantai 8, Jumat (24/2).

Ia berpesan agar IPNU dapat melahirkan buku tentang success story NU dalam usia muda. Pada usia belasan, para pemuka NU itu bagaimana sehingga di masa berikutnya ia bisa sukses dalam karirnya masing-masing.

Kader IPNU Harus Ciptakan Karya Sejak Muda (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader IPNU Harus Ciptakan Karya Sejak Muda (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader IPNU Harus Ciptakan Karya Sejak Muda

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) itu mencontohkan kesuksesan KH Wahid Hasyim yang belum genap usia 30 tahun sudah lihai dalam lobi-lobi pergerakan kemerdekaan. Putra Hadlratussyekh Hasyim Asy’ari itu juga sudah menjadi Menteri Agama saat usianya belum genap 40 tahun.

“Bagaimana Kiai Wahid ketika usia belasan?” tanya Niam sebagai satu pertanyaan yang harus dijawab dalam buku itu.

Menurutnya, ada tiga manfaat yang bisa diperoleh jika IPNU berhasil merealisasikan usulan tersebut, yakni wadah latihan menulis kader IPNU, dokumentasi ketokohan IPNU, dan kaderisasi.

Sang Pencerah Muslim

“Itu bisa bermanfaat, satu untuk kepentingan latihan kita menulis, kepentingan dokumentasi ketokohan, kemudian yang ketiga kaderisasi,” ungkapnya.

Sang Pencerah Muslim

Terakhir, Ia berpesan agar IPNU dapat mengetahui posisi dirinya. Ia mengistilahkannya dengan reposisi diri. Hal ini harus ditempuh dengan memperkuat isu kepelajaran.

“Yang terakhir yang bisa kami sampaikan bahwa di tengah perubahan masyarakat, tentu kita harus mereposisi diri,” jelas Ketua Harlah IPNU Ke-50 itu.

Ia berpendapat boleh saja IPNU membahas isu lain di luar pelajar dan pendidikan, tetapi porsi isu kepelajaran itu harus lebih banyak. Ia membahasakannya dengan keberpihakan.

“Keberpihakan isu harus memperkuat isu kepelajaran,” ujarnya.

Hal ini penting dalam kerangka reposisi untuk menegaskan bahwa IPNU hadir dibutuhkan dan dirasakan manfaatnya oleh pelajar. Ia berpendapat, bahwa dengan melaksanakan hal-hal yang sudah disampaikan sebelumnya, tanpa kampanye, orang-orang akan daftar IPNU.

“Dengan begitu, tanpa kampanye pun mereka akan daftar IPNU,” pungkasnya.

Hadir pula dalamacaratersebut Sekjen PBNU Helmy Faisal Zaeni, Presidium Majelis Alumni IPNU Zaenut Tauhid, Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Ubaedillah Sadewa, dan beberapa alumni lainnya. (Syakir/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Sang Pencerah Muslim News, Amalan Sang Pencerah Muslim

Sang Pencerah Muslim Indonesia Muhammadiyah Sang Pencerah Islam. Kader IPNU Harus Ciptakan Karya Sejak Muda di Sang Pencerah Muslim ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Sang Pencerah Muslim sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Sang Pencerah Muslim. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Sang Pencerah Muslim dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock